Paleontologist Indonesia vs Australia
Ada
artikel di Boingboing.net tentang
paleontologist Indonesia (Prof. Teuku Jacob)

yang berusaha mengurangi akses pihak luar untuk mempelajari fosil
Homo floresiensis, yang ditemukan di pulau Flores, NTT. Boingboing.net sendiri mengutipnya dari
artikel di The Age. Tentang fosil itu sendiri saya juga menemukan
artikel menarik di Harun Yahya.
Artikel di situs Australia tersebut sepertinya kurang kredibel karena ada kesalahan penulisan. Mereka menuliskan kalau UGM ada di Jakarta, padahal sejak dulu ada di Yogyakarta (kecuali mungkin Program S2-nya). Sedangkan artikel di
Harun Yahya sendiri menurut saya lebih berkualitas, mungkin karena memang sudah terbiasa dengan penulisan ilmiah.